Flex Builder Gratis Untuk Developer yang Terkena PHK

Resesi di Amerika terus memakan korban, khususnya dari kalangan pekerja di bidang IT. Techcrunch mencatat, sebanyak 320.000 pekerja IT telah kehilangan pekerjaannya sejak Agustus tahun lalu. Dan sepertinya angka itu masih akan terus bertambah.

Situasi ini nampaknya dimanfaatkan oleh perusahaan pengembang software raksasa, Adobe, untuk mempromosikan produk mereka. Baru-baru ini Adobe memberikan secara cuma-cuma salah satu software andalan mereka, Adobe Flex Builder, khusus untuk programmer yang terkena PHK.

Seperti sudah diduga, software ini cuma boleh digunakan untuk keperluan pribadi, bukan komersil, dan hanya untuk meningkatkan skill saja. Tidak boleh di-copy atau diberikan kepada orang lain termasuk perusahaan yang kelak mempekerjakannya.

Ironis juga sih, mengingat Adobe termasuk perusahaan yang merumahkan 600 orang karyawannya akibat krisis. Dan bisa jadi beberapa diantaranya adalah programmer yang membuat Adobe Flex Builder. :-)

Bahasa Pemrograman Dunia

Saya pikir, sudah tidak disangsikan lagi, bahasa Inggris secara de facto adalah bahasa pemrograman dunia. Bukan hanya dalam syntax atau kode pemrogramannya saja, tapi juga dalam semua hal yang terkait seperti dokumentasi teknis, tutorial, artikel atau buku-buku tentang bahasa pemrograman tersebut.

Saya setuju dengan tulisan Jeff Atwood ini. Penggunaan bahasa Inggris dalam pemrograman bukanlah persoalan Nasionalisme atau niat jahat untuk mendominasi dunia. Saya juga meragukan kalau itu dikarenakan umumnya bahasa pemrograman dibuat oleh orang Amerika, karena Python dibuat oleh Guido van Rossum yang notabene berkebangsaan Belanda.

Sebagaimana persoalan teknis lainnya, penggunaan bahasa Inggris adalah semata-mata kesepakatan kolektif dari programmer untuk berkolaborasi diantara mereka. Mungkin seperti bahasa latin yang dulu digunakan dalam sains. Sementara kita, yang tidak terlibat sejak awal bahasa pemrograman komputer dibuat, tidak ada pilihan lain kecuali mengikutinya.

Pilihan untuk menggunakan bahasa Inggris dalam pemrograman adalah satu paket dengan pilihan bahasa pemrograman yang akan kita gunakan. Dan terus terang, pilihan untuk tidak menggunakan bahasa Inggris tidak begitu populer. Kecuali Anda bisa membuat program sendiri tanpa perlu berkonsultasi dengan orang lain, sebaiknya hanya gunakan bahasa pemrograman yang populer dan dalam bahasa Inggris. Google pun akan lebih banyak membantu jika solusi yang anda cari ditulis dalam bahasa Inggris.

Maka tidak heran, kalau keterbatasan skill programmer biasanya berbanding lurus dengan keterbatasannya dalam berbahasa Inggris. Setidaknya kemampuan dalam membaca dan memahami tulisan dalam bahasa Inggris.

Oleh sebab itu, saya selalu menyarankan kepada mereka yang baru belajar untuk hanya menggunakan buku-buku pemrograman yang ditulis dalam bahasa Inggris. Atau membaca dokumentasi, tutorial atau artikel dalam bahasa Inggris saja. Karena menurut saya, lebih mudah bagi kita untuk mengartikan istilah dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dari pada sebaliknya. Mereka yang terbiasa menggunakan istilah dalam bahasa Inggris akan lebih cepat faham ketika harus membaca terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Mungkin ini karena kebanyakan buku terjemahan tidak begitu akurat dalam menterjemahkan. Atau terlalu brutal dalam menterjemahkan, sehingga istilah-istilah dalam bahasa Inggris yang sudah umum digunakan ikut juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang tidak baku. Kadang istilah yang sama diartikan berbeda tiap buku. Saya sendiri, ketika membaca artikel atau tutorial dalam bahasa Indonesia, harus menterjemahkan ke bahasa Inggris terlebih dulu di kepala untuk bisa memahami maksudnya. True story. :-)

Ini bukan berarti kita tidak butuh buku-buku dalam bahasa Indonesia. Untuk mereka yang sama sekali baru, pengantar dalam bahasa Indonesia bisa sangat membantu untuk memberi gambaran kenapa mereka harus menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Untuk kemudian diajak lebih jauh mempelajari bahasa pemrograman tersebut dalam bahasa aslinya, bahasa Inggris. Caranya bisa dengan menyertakan referensi aslinya atau membiarkan istilah-istilah pemrograman yang sudah umum tetap dalam bahasa Inggris.

Mr. Blandings Builds His Dream House

Akhirnya saya bisa nonton juga film ini. Film drama komedi tahun 1948 yang dibintangi Cary Grant dan Myrna Loy ini disebut-sebut oleh Douglas Crockford ketika berbicara tentang kualitas software. Menurut Crockford, membangun sebuah software itu seperti membangun rumah. Perlu perencanaan yang matang, teknologi/tools yang tepat dan skill yang baik dari para pekerjanya.

Sebab kalau tidak, kita akan bernasib sama seperti keluarga Mr. Blandings di film ini. Mereka harus menempati rumah impiannya dalam keadaan setengah jadi (waktu penyelesaian lebih lama dari yang direncanakan) sementara dana mereka sudah habis untuk keperluan yang tidak terpikirkan sebelumnya (over budget).

Link:

Mr. Blandings Builds His Dream House – IMDB
Mr. Blandings Builds His Dream House – Wikipedia

Project Management with Limited Resources

So, couple months ago i was assigned to lead a project for one of our client. As usual, i made an estimation of how many people and man hour to do the job. From no less than 5 programmers i expected to work with me, it turned out that there was only one person available.

Currently, we’re on the final phase of this project. With so limited resources for this big project, i must say that we’ve been doing pretty well. What bothered me is whether i have done the right way managing my team.

Then i found this short article today, and i’m relief. Because that’s exactly what i’ve said to my team.

;-)

Interview with Matt Mullenweg

180px-Mullenweg matt

Many of you use WordPress as blogging platform, but only view of you might know who's the guy behind this popular web apps.

Matt Mullenweg is the founding developer of WordPress. He is a young talented developer lives in San Fransisco, California. He writes a nice blog at photomatt.net which i believe the first wordpress blog in the world.

Edgework's Brian Oberkich talked to Matt in 49:30 minutes interview. You should listen to this. Matt talked about WordPress, Akismet and the zen of web product development.

As many other open source project leader, Matt is a nice and wise guy. He knows very well how to manage team of developers, how and when to deliver product to the end users, including take an action of any feedback from them.

There's a part on that inteview where he shared a funny story behind Akismet, anti spam system for blogosphere. Some time before he released Akismet to public, his mom gave him a visit to San Fransisco and lived with him for five weeks. Until at certain point when she decided to make a blog of her own.

Worrying his mom would also get spams offering porn site and would think this as what her son's doing all the time, Matt pushed Akismet's team to make a release version as soon as possible. :-)

SVN for Developer Like Me

svnku

Alright, i’m going to reveal some of my dark secrets. I can’t go through a day without doing certain things. Two of them are reading feeds and SVN updating using my Tortoise SVN .

Reading feeds might be a common activity for most people now. But checking out SVN repository? i don’t think so, especially when you’re not involved in the project.

But i’m telling you, it is a good thing to do for a developer. Following everything that happens in your favourite project’s repository can give you a clue whether it is actively developed or just an empty house that has been abandoned.

For example, i can easily know that projects like Zend Framework or Dojo Toolkit are still actively developed. While project like Ngeblog has been practically dead, since there’s no activity for the last four months. :-)

Sorry guys, i have to stop Ngeblog for now on, since i don’t have much time to maintain it. But don’t worry, there is Zend_Gdata that has similar feature and even more. And since version 0.7.0, Zend_Gdata has been moved into ZF core.

I also have signed Zend CLA last december to submit some of Ngeblog code to them (Client Login authentication). So officially, i am one of ZF developer now. Although there’s no single code i submitted yet till now. Arrgh, still got so many work to do in my daily job.

Anyway, back to SVN. For some projects like Dojo or ZF, getting files by SVN gives you more than by downloading the release package through their website. Dojo for example, gives you buldtools and test utility that i think it’s pretty useful.

The other advantage, of course, you’re always be the first to know the upcoming release. But you should beware, there’s always chances to any updating or even deleting some files in its repository. So keep your local files updated.

My Perfect PHP Framework

When i first started to write this post, i used “The Perfect PHP Framework” as the title. I thought with that kind of title i would get many people attention as i did before.

But then i decided to change it to “My Perfect PHP Framework”, not because i was affraid of people would criticize me, but because i realized this is the appropriate way of judging PHP framework. There is no such thing as “perfect” framework, for a reason i’ll describe.

So, my perfect PHP framework obviously not pointing out the name, instead the idea or guidelines if you want. But that doesn’t mean i never tried one, i tried many of them as you can see here,

myframework

Now, what is my perfect PHP framework? here you go ..

(more…)

Cara Mudah Ditinju Programmer

Tidak, saya tidak pernah ditinju programmer. Dan sebagai programmer, sayapun tidak pernah meninju orang. Tapi bukan berarti saya tidak bisa, jadi tolong jangan coba-coba buat saya marah.

Tulisan singkat ini saya tujukan untuk anda yang tengah atau akan mempekerjakan programmer, yang berurusan dengan programmer, yang ingin jadi programmer dan tentu saja yang benar-benar ingin ditinju programmer.

(more…)