Mar 17

TelkomselFlash

Sudah lama saya ingin memiliki koneksi internet sendiri yang bisa dibawa kemana saja tanpa harus menggunakan saluran telpon fixed line. Dan beberapa minggu yang lalu, seorang teman dari Telkomsel memberitahu tentang layanan terbaru mereka, TelkomselFlash. Saya pikir, kalau harus menggunakan jasa operator selular untuk koneksi internet, Telkomsel adalah pilihan saya. Harga mereka mungkin bukan yang termurah, tapi jangkauan sinyal Telkomsel masih yang terbaik.

Walaupun ini tidak sepenuhnya benar untuk koneksi Internet. Network coverage untuk jasa internet broadband Telkomsel masih terbatas. Di Lampung misalnya, paling pol saya cuma dapat UMTS/3G, walaupun seringnya hanya dapat GPRS (sampai 64 KBPS). Tapi untungnya, di kawasan Radio Dalam, Jak-Sel, saya dapat HSDPA (sampai 3,6 MBPS). Lumayan, dengan begini sekarang saya tidak harus datang terlalu pagi ke kantor :)

Feb 23

Masih ingat game MMORPG The Gangster Family? Ya, saya lihat banyak pembaca blog ini yang sudah ikutan main, bahkan beberapa cukup addict. :)

Setelah sempat off untuk beberapa lama, The Gangster Family kini kembali online. Dan kali ini saya tidak sendiri, karena INARTS mendukung penuh pengembangan aplikasi ini. Mulai dari penyediaan server, instalasi, optimasi sampai re-design tampilan semua dikerjakan oleh tim INARTS. Untuk ilustrasi tokoh-tokohnya sendiri, kita dibantu oleh ilustrator kenamaan Indonesia, Chris Lie. Very nice!

Aplikasi ini secara resmi dirilis (kembali) hari Selasa 19 Februari lalu, namun karena server ngoprekweb sedang ngadat waktu itu, saya baru bisa posting hari ini.

Berikut adalah alamat URL nya sekarang:

Web: http://gangsterfamily.in2social.com
Facebook apps: http://apps.facebook.com/gangsterfamily

Kita masih terus melakukan pengembangan dan perbaikan, rencananya aplikasi ini juga akan dibuat dalam versi mobile dan dalam bentuk widget di Friendster. Kalau ingin ngintip seperti apa, berikut alamat URL nya:

Friendster: http://widgets.friendster.com/25d707f99a0923c1755377d3af0fb037
Mobile: http://m.in2social.com/gf

So, tunggu apa lagi, let’s go to the mattresses while we still have muscle. ;)

Feb 12

I hosted the project in Google Code Hosting, but Koders knows me better than Google Code Search.

Feb 12

Remember, the average user spends eight seconds deciding if your site is worth exploring. You have that much time to catch their interest. Use the time well by making their first glance a worthwhile one.
- June Kaminski

Itu juga alasannya Facebook memberi waktu 8 detik dari setiap aplikasi untuk memberi respon atau akan dianggap error!

Bagi developer Facebook, 8 detik ini segalanya. Dan segalanya bisa mungkin untuk merusak aturan 8 detik ini. Mulai dari bandwidth server tempat aplikasi kita dihosting, lokasi server (dari server Facebook), kecepatan CPU, query database, sampai kecepatan skrip.

Untuk anda yang tidak punya pilihan server lain, yang bisa dilakukan hanyalah tiga hal: optimasi, optimasi dan optimasi.

Kalau itu masih juga tidak bisa mengejar batas 8 detik tadi, pakai frame mode saja (bukan FBML) atau fb:iframe kalau sudah sudah tidak bisa ke lain hati dari FBML. Yang terakhir ini lebih aman.

Feb 10

Process One menemukan bahwa Yahoo! sudah mulai bereksperimen dengan XMPP, yaitu di produk video sharingnya, Yahoo! Live. Ini terbukti dari respon Yahoo! Live ketika di-telnet menggunakan port standar XMPP (5222) dan dikirim sebuah stream opening XMPP, ia menjawab kembali dalam format XMPP.

Feb 09

Membuat widget/apps untuk social network seperti Facebook, Friendster atau MySpace terkadang bikin frustasi ketika memikirkan aspek komersilnya. Terutama kalau anda masih mengandalkan pemasukan dari iklan seperti Google Adsense, Adbrite atau Cubics. Karena jujur saja, sebagai pengguna, kita tidak datang ke Facebook atau Friendster untuk mengklik ads (ini benar untuk CPC, itulah kenapa anda harus memilih CPM kalau ingin memasang iklan di widget).

Namun jangan berkecil hati dulu, wawancara Jeremiah Owyang dengan developer RockYou ini bisa menjadi masukan bagi anda dalam mencari alternatif pemasukan lain.

Walaupun ide wawancara tersebut ditujukan untuk perusahaan yang ingin menggunakan widget sebagai media untuk memasarkan produknya atau memperluas branding perusahaannya, tapi bagi developer seperti kita, ini bisa dijadikan alternatif pemasukan lewat widget.

Ya, daripada memasang iklan yang seringkali nggak nyambung dengan tema widget/apps dan mengharap pengguna mengkliknya, kenapa nggak kita kerja sama dengan perusahaan tertentu untuk mengiklankan produknya di widget kita. Dengan begini, target advertising-nya jelas dan bentuk kerjasamanya juga bisa dibuat saling menguntungkan.

Untuk itu ada tiga macam pendekatan yang bisa kita tawarkan:

  1. Branding
    Ini untuk widget/apps yang sudah berjalan dan memiliki pengguna yang cukup banyak. Kita bisa tawarkan ke perusahaan yang sesuai dengan tema widget/apps untuk mengiklankan produknya di widget kita. Contoh kasus yang cukup sukses adalah ketika Sony Pictures mengiklankan film 30 Days Night di aplikasi Facebook yang sangat populer, Vampire.
  2. Interaction
    Kekuatan widget/apps dibanding website biasa adalah adanya interaksi antar pengguna. Contohnya adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna mengirim hadiah ke teman, seperti freegift. Ini bisa jadi viral marketing yang ampuh, apalagi dengan adanya news feed seperti di Facebook yang memungkinkan semua orang melihat apa yang dilakukan temannya. Kita bisa saja tawarkan ke perusahaan tertentu untuk mengiklankan produknya dalam bentuk hadiah-hadiah tadi.
  3. Custom
    Dengan membuat widget/apps khusus untuk mengiklankan produk perusahaan. Contohnya adalah aplikasi My Need for Speed, aplikasi Facebook yang menjadi ajang kumpul dan diskusi penggemar game Need For Speed yang dibuat khusus untuk Electronic Arts.

So, masih semangat membuat widget? hayoh atuh.

Feb 07

Sebastian Bergmann kembali melakukan benchmark terhadap PHP untuk berbagai versi (PHP 3.0 s/d PHP 5.3-CVS) yang diinstal dengan GCC 3.4.6 dan GCC 4.1.1 untuk berbagai flag optimisasi ( -O{0|1|2|3|s} ). Yap, total instalasi yang doi lakukan sebanyak 80 buah PHP binary, *sinting*.

Dengan menggunakan bench.php yang dimodifikasi (bench.php baru ada di Zend Engine 2/PHP 5 jadi dia memodif untuk PHP versi sebelumnya), dia mendapatkan data kecepatan untuk tiap versi PHP seperti terlihat pada grafik berikut:

Nggak usah terlalu lama mikir, PHP 5 tetap yang tercepat. Dan yang menarik PHP 5.3 yang tidak lama lagi dirilis memiliki performansi yang menggiurkan.

Perlu dicatat, seluruh konfigurasi PHP yang diinstal pada percobaan ini dengan men-disable seluruh modul (–disable-cgi –disable-all). Bayangkan kalau ditambah dengan modul seperti APC atau Zend Optimizer.

Feb 04

Google lewat Senior Vice President-nya, David Drummond, akhirnya angkat bicara tentang kemungkinan akuisisi Yahoo! oleh Microsoft.

Ok, sekarang semua boleh panik. :)

So Microsoft’s hostile bid for Yahoo! raises troubling questions. This is about more than simply a financial transaction, one company taking over another. It’s about preserving the underlying principles of the Internet: openness and innovation.

I couldn’t agree more dengan yang terakhir, openness and innovation!

Yahoo! (dan Google) selalu komit dengan keterbukaan dan inovasi. Dua website yang saya yakin paling sering dikunjungi oleh developer seperti saya adalah YDN dan Google Code. Saya sendiri lupa kapan terakhir kali mengunjungi MSDN.

Dalam perspektif developer, kemungkinan pengambilalihan Yahoo! oleh Microsoft adalah sangat mengkhawatirkan.

Namun saya yakin, developer-developer Yahoo! tidak akan tinggal diam. Orang-orang yang terkenal sangat vokal seperti Douglas Crockford, javascript architect-nya Yahoo! pasti akan melakukan sesuatu kalau akuisisi itu terjadi. Dalam berbagai kesempatan dia sering menyebut Microsoft senantiasa membanjiri internet dengan bugs lewat browser IE nya. :p

Komunitas Open Source pun pasti tidak akan membiarkan dominasi software komersil Microsoft. Kita tahu Yahoo! banyak berkontribusi dalam komunitas Open Source.

Semua ini tentu saja kalau memang benar apa yang dikatakan David Drummond di atas, yaitu ini bukan masalah transaksi finansial semata, tapi juga persoalan prinsip.